Surabaya, 30 November 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia, hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, Sabtu (29/11).

Menurut Mendikasmen ada beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan Kemendikdasmen terkait dengan peningkatan kualitas guru. Di antaranya adalah pemberian beasiswa untuk guru-guru yang belum mengenyam Pendidikan Strata 1 (S1), maupun Diploma 4 (D4).

“Tahun ini sudah kita berikan beasiswa 12.500 guru, kuliah 1 semester memakai system RPL yaitu Rekognisi Pembelajaran Lampau, jadi pengalaman mengajar itu dihitung menjadi SKS (Satuan Kredit Semester). Jadi, tidak perlu 4 tahun, maksimal 1 tahun setengah, kita berikan bantuan Rp3 juta per semester per mahasiswa,” jelas Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Selain peningkatan kualifikasi melaui pemberian beasiswa, Kemendikdasmen juga terus melakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan. Seperti pelatihan deep learning atau Pembelajaran Mendalam, lalu pelatihan koding dan kecerdasan artifisial, serta pelatihan BK (Bimbingan Konseling).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa semua guru walaupun bukan guru BK, harus melakukan tugas bimbingan. Guru harus menjadi guru wali yang akan mendampingi murid menyesuaikan rasio guru dan murid di masing-masing sekolah. 

“Mendampingi, memberikan konsultasi, komunikasi antara sekolah dengan orang tua dan berbagai fungsi lain dari guru sebagai pembimbing, ini untuk memperkuat pendidikan karakter,” jelas Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menambahkan pelatihan-pelatihan kepada guru ini dilakukan supaya guru terus meningkat kualiatasnya, peningkatan kualitas guru tentunya juga akan berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.

“Kalau kita bicara Indonesia emas dari 2045, 20 tahun lagi, wajah Indonesia ini ya mereka yang sekarang ini belajar di pendidikan dasar dan menengah, yang sekarang TK, umur 5-6 tahun, 20 tahun lagi berarti 25 tahun, seterusnya.”

“Karena itu maka  pendidikan dasar dan menengah inilah yang menjadi prioritas Bapak Presiden, karena kalau kita punya pendidikan dasar yang kuat, generasi-generasi Indonesia  yang hebat, maka Indonesia akan menjadi negara yang maju dan bertabat,” tutup Abdul Mu’ti.